MENUJU SDM
UNGGUL BERDAYA SAING, MEWUJUDKAN SMART
SOCIETY
Meningkatnya
pertumbuhan penduduk merupakan keniscayaan yang harus dibarengi dengan tumbuh
kembangnya suatu peradaban, baik dari segi sumber daya manusia, ekonomi,
infrastuktur, ilmu pengetahuan, teknologi, dan sebagainya. Indonesia merupakan
bangunan peradaban yang relatif masih muda semenjak diproklamirkannya
kemerdekaan Indonesia oleh Bung Karno 74 tahun yang lalu. Saat ini, Indonesia
dihadapkan dengan peluang strategis pembangunan. Dari sisi demografis,
masyarakat Indonesia dihadapkan dengan Bonus Demografi, dimana hal itu terjadi
ketika 70% masyarakat Indonesia memasuki usia produktif angkatan kerja,
sedangkan di sisi lain, bangsa Indonesia dihadapkan dengan fenomena Revolusi
Industri 4.0.
Tren
kemajuan teknologi saat ini menjadi tolak ukur dalam perekembangan suatu
negara. Apabila semenjak PD I bangsa Eropa menjadi pelopor kemajuan karena
kecanggihan instrumen perangnya, dan pada PD II Amerika menjadi kiblat dalam
kemajuan teknologinya, akan tetapi saat ini bangsa Asia mulai menunjukkan
kapasitasnya dalam kemajuan teknologi dan pembangunan SDM-nya. Hal ini terbukti
karena kemandirian bangsa Asia dalam menciptakan sendiri teknologinya dan
kemampuan SDM-nya yang turut diperhitungkan di kancah dunia. Lalu di mana
posisi Indonesia hari ini?
Reinventing Indonesia, sebuah istilah yang mungkin agak
kontroversial. Istilah ini mengandung makna bahwa Indonesia entah sebagai
sebuah negara atau peradaban yang pernah unggul di zaman dulu. Pernah ada
sebuah penelitian tentang benua Atlantis yang mungkin tidak asing di telinga
kita, sebuah peradaban maju dengan kemampuan manusia-manusianya yang unggul dan
teknologi-teknologi mutakhir. Dalam penelitian tersebut kawasan Indonesia atau
Nusantara disebut-sebut sebagai benua Atlantis yang pernah hilang, lalu apakah
penelitian tersebut benar atau valid? Mungkin saja atau bisa jadi. Kita tidak
akan jauh membahas hal itu, akan tetapi hal itu bisa jadi sebuah daya dorong
untuk bergerak maju ke depan.
Dalam
konteks Indonesia hari ini, kemajuan merupakan agenda penting bersama, dibangun
dengan kekuatan bersama baik dari masyarakat maupun pemerintahannya. Lalu
outputnya adalah terciptanya good
governance dan smart society.
Pemuda atau generasi milenial saat ini ialah pioneer pembangunan negara-bangsa, karena pergeseran budaya dan
realitas sosial hari ini sudah melalui generasi-generasi sebelumnya. Hari ini
kan serba instan, apalagi dengan menggunakan satu alat itu harus mampu
menjangkau segala permasalahan, misalnya saja dengan menggunakan aplikasi gojek
kita sudah bisa memesan makanan, tumpangan, pembayaran tagihan, kirim barang,
dan lain-lain. Dibalik itu ada aktor-aktor muda yang berperan dalam mewujudkan
konsep pembangunan yang juga turut andil dalam mewujudkan ide-ide kreatif dan
inovatif mereka..
Meminjam istilah Karl Popper, tentang
“konstruksi sosial” dimana masyarakat membentuk cara berpikir manusia secara
terbuka, membuka alternatif-alternatif pemikiran baru dan mengakui keberadaan
masyarakat baik yang sifatnya individu maupun kolektif. Jadi dalam konteks
Indonesia hari ini, peran masyarakat untuk menggunakan daya cipta kreasi dan
inovasi perlu difasilitasi untuk menunjang keterampilan dan daya saing SDM-nya,
hal ini sangat penting mengingat keterbukaan masyarakat terhadap hal-hal baru
maka akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya di bidang baru, sejalan
dengan sistem demokrasi yang sifatnya substansial. Jadi pemerintah hanya
memfasilitasi atau bertindak sebagai juri untuk memunculkan pengetahuan dan
penemuan-penemuan baru. Era saat ini meniscayakan sifat open-society, masyarakatnya padat pengetahuan vis a vis internet atau digital informasi.
Menyatukan
Peluang
Mengutip
pernyataan Ibnu Khaldun dalam bukunya Muqaddimah,
bahwa masyarakat dan negara yang kuat adalah yang padanya terdapat tiga
perkara. Pertama, adanya solidaritas
kebangsaan yang kokoh. Kedua,
kuantitas dan kualitas sumber daya manusianya. Ketiga, kebangkitan suatu bangsa dan kejayaan negara berawal dari
dan hanya akan langgeng apabila orang-orangnya selalu optimistis dan mau
terus-menerus bekerja keras. Dalam tiga perkara tersebut, sinergi dan
kolaborasi antara masyarakat khususnya pemuda dan pemerintah adalah upaya untuk
meningkatkan sumber daya manusia yang unggul sesuai tagline kemerdekaan Indonesia ke 74. Di sisi lain, guna
merealisasikan pemindahan ibu kota baru, ketersediaan pendidikan, fasilitas
kesehatan, teknologi informasi, dan infrastruktur merupakan hal yang sangat
penting untuk menunjang pembangunan SDM yang unggul.
Dalam pembangunan masyarakat yang unggul
setidaknya harus dibarengi dengan menanamkan ideologi bangsa yang kuat yakni
Pancasila, ideologi ini berfungsi untuk mengikat, menyatukan, dan menggerakkan
visi kemajuan negara-bangsa. Sedangkan dalam pembangunan SDM yang berkualitas
perlu ditunjang dengan fasilitas pendidikan, keterampilan, dan kesehatan yang
merata serta memadai, terutama ketersediaan teknologi. Melihat Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) saat ini, Indonesia menduduki rangking 36 dari 114
negara di dunia. Dimana IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil
pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.
Selain itu, berdasarkan penelitian Institute
for Management Development (IMD), daya saing tenaga kerja di Indonesia
masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara ASEAN yang menduduki peringkat
47. Persoalannya adalah rendahnya pendidikan dan ketidaksesuaian antara
pekerjaan dengan bidang pendidikan yang diminati. Hal ini berimplikasi pada peluang
era Bonus Demografi yang memprioritaskan 70% usia produktif masyarakat dalam
memasuki dunia kerja. Di sisi lain, guna menikmati era revolusi industri 4.0,
infrastuktur IT dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan IT juga perlu difasilitasi,
baik dalam bentuk pendidikan maupun pelatihan. Sebagai tambahan, semangat
kewirausahaan juga perlu ditanamkan di tengah persaingan usaha berbasis
teknologi digital. Oleh karena itu, sinergi pemerintah dan masyarakat dengan
didukung infrastrktur TI yang memadai akan menciptakan good governance dan smart
society menuju pembangunan ibu kota Indonesia baru.
Kompetisi Artikel "Harapanmu untuk Ibu Kota Baru" yang diselenggarakan oleh Bappenas
Kompetisi Artikel "Harapanmu untuk Ibu Kota Baru" yang diselenggarakan oleh Bappenas


No comments:
Post a Comment